Nov 30
Rotaract is Youth Organization that came from Rotary. Tomorrow at 1 December 2007, We will celebrate World Aids Day. If you pass street from Dinoyo to Ngagel, you will see building that abandon long time ago and you will see many youth people assemble at corner street. They are painting the wall with theme “World Aids Day”. Majority is came from Petra University that join Rotaract Organization. Many people (driver) will stop and take a look. Some young people assemble to watch them.
This activities is start from Wednesday ( 28 Nov 2007) and will finish tomorrow (1 Dec 2007). Material like paint, brush and tinner or consumption (food and water) is came from committee. Not just male, they are several female that join to painting the wall. Some painter using hand to create gradation color. This young painter, work until night even dawn.
Here, some photo that i was taken last night. Continue reading »
Oct 18
Argh… Akhirnya habis juga liburan idul fitri kali ini. Kali ini berawal dari tanggal 12 Oktober, saya masih adem ayem saja di surabaya menikmati bangun siang dengan suasana malas
. Maklum biasa bangun pagi, sekali kali ingin bangun siang. Malam harinya saya sudah bersiap siap untuk mudik dengan rencana jam 3 pagi udah start berangkat dari Surabaya menuju kota Blitar. Sialnya malam itu susah sekali untuk tidur, hingga pukul 12 malam, mata susah sekali untuk di pejamkan. Akhirnya meski weker sudah berbunyi, badan masih malas untuk di gerakkan. Setelah mandi dan bersiap siap, saat akan meninggalkan rumah, tiba tiba kunci mobil kepencet dan alram berbunyi ….. D*mn…. pagi pagi sudah bikin kekacauan…. Continue reading »
Sep 19
Akhir-akhir ini gw lagi sebel sama maskapai-maskapai penerbangan yang di indonesia. Terutama yang low price… Hal ini disebabkan karena kebijaksanaan mereka yang menurut penulis kurang banget deh… tanggal 13 Sept kemarin, gw berangkat di jakarta dengan pesawat b**a**a pukul 8.30. Karena datang kepagian di airport, gw masuk ke Executive Lounge (EL). Gw berangkat berdua dengan teman kantor. Karena waktu masih lama, kita melakukan diskusi mengenai pekerjaan yang harus dilakukan. Tak sadar waktu sudah menunjukan pukul 8.30. Dengan kagetnya saya langsung kontan bilang, kok tidak ada panggilan boarding?? Teman saya langsung menanyakan hal ini ke FrontDesk EL. Dengan santainya mereka menjawab “Pak, sudah last call dari 10 menit yang lalu”. Langsung saja kita nyelonong keluar dari lounge dan menuju gatenya. Continue reading »
Sep 18
Suatu pagi Zhi Zhou mendatangi Zun-Nun dan bertanya, “Guru, saya tak mengerti mengapa guru berpakaian apa adanya, amat sangat sederhana. Bukankah di masa seperti ini berpakaian sebaik-baiknya amatlah penting, bukan hanya untuk penampilan melainkan juga untuk banyak tujuan lain.”
Sang Guru hanya tersenyum. Ia lalu melepaskan cincin dari salah satu jarinya, lalu berkata, “Zhi Zhou, akan kujawab pertanyaanmu, tetapi lebih dahulu lakukan satu hal untukku. Ambillah cincin ini dan bawalah ke pasar di seberang sana. Bisakah kamu menjualnya seharga satu keping emas?” Melihat cincin Zun-Nun yang kotor, pemuda tadi merasa ragu, “Satu keping emas? Saya tidak yakin cincin ini bisa dijual seharga itu.”
Continue reading »
Sep 18
Suatu hari, seorang ahli ‘Manajemen Waktu’ berbicara di depan sekelompok mahasiswa bisnis, dan ia memakai ilustrasi yg tidak akan dengan mudah dilupakan oleh para siswanya.
Ketika dia berdiri dihadapan siswanya dia mengeluarkan toples berukuran galon yg bermulut cukup lebar, dan meletakkannya diatas meja.
Lalu ia juga mengeluarkan sekitar selusin batu berukuran segenggam tangan dan meletakkan dengan hati-hati batu-batu itu kedalam
toples.
Ketika batu itu memenuhi toples sampai ke ujung atas dan tidak ada batu lagi yg muat untuk masuk ke dalamnya, dia bertanya: ”
Apakah toples ini sudah penuh?”
Semua siswanya serentak menjawab, “Sudah!”
Kemudian dia berkata, “Benarkah?”
Continue reading »
Sep 18
Pada awalnya manusialah yang menciptakan kebiasaan. Namun lama kelamaan, kebiasaanlah yang menentukan tingkah laku manusia.
Ada seorang yang hidupnya amat miskin. Namun walaupun ia miskin ia tetap rajin membaca. Suatu hari secara tak sengaja ia membaca sebuah buku kuno. Buku itu mengatakan bahwa di sebuah pantai tertentu ada sebuah batu yang hidup, yang bisa mengubah benda apa saja menjadi emas.
Setelah mempelajari isi buku itu dan memahami seluk-beluk batu tersebut, iapun berangkat menuju pantai yang disebutkan dalam buku kuno itu. Dikatakan dalam buku itu bahwa batu ajaib itu agak hangat bila disentuh, seperti halnya bila kita menyentuh makhluk hidup lainnya.
Setiap hari pemuda itu memungut batu, merasakan suhu batu tersebut lalu membuangnya ke laut dalam setelah tahu kalau batu dalam genggamannya itu dingin-dingin saja. Satu batu, dua batu, tiga batu dipungutnya dan dilemparkannya kembali ke dalam laut. Satu hari, dua hari, satu minggu, setahun ia berada di pantai itu. Kini menggenggam dan membuang batu telah menjadi kebiasaannya.
Suatu hari secara tak sadar, batu yang dicari itu tergenggam dalam tangannya. Namun karena ia telah terbiasa membuang batu ke laut, maka batu ajaib itupun tak luput terbang ke laut dalam. Lelaki miskin itu melanjutkan ‘permainannya’ memungut dan membuang batu. Ia kini lupa apa yang sedang dicarinya.
——-
-.) Bila hidup ini cuman suatu rentetan perulangan yang membosankan, maka kita akan kehilangan kesempatan untuk menemukan nilai baru di balik setiap peristiwa hidup.
-.) Setiap hari merupakan hadiah baru yang menyimpan sejuta arti.
Tarsis Sigho - Taipei